Posts Tagged ‘stress’

halo sodara2 sekalian.. y judul tersebut diatas merupakan terekan gw dlm hati,.. seminggu ini gw bkln sibuk berat dan stress berat, temen kantor gw yang kerjaan nya tu amit2 sibuknya bkln cuti en tugas2nya d limpahin ke gw, mau g’mau y gw harus nerima dengan lapang dada (Heeegghhhhfff… sambil nahan boker..), bayangin aja posisi dy itu account receivable & budgeting officer yang kerjaan nya ngeverifikasi en ngebuat tagihan en pembayaran yg seabreg2 bnyknya, di tambah lg kerjaan gw yg ribet en bwt pening.. đŸ˜„

en again i’ve got another SSDD (same shit different day..) in my office, rutinitas orang kantoran, saat ini aja gw lg ngadepin bertumpuk2 kertas.
y meja gw sangat2 rapi, perumpamaan seperti kapal pecah bahkan kurang bisa merepresentasi kan kehebohan yang terjadi di meja ini, gw aja smpe’ bingung tangan gw mau diletakan dmn..
saat ini benda2 yang ada di meja gw antara lain ; gelas buat orang sekampung (maklum klo agak sorean meja gw dinas jadi warung kopi jg..) gw klo udh ngampil gelas dari pantry suka lupa ngembaliin lg (red. maless..) jdnya y brtumpuk2 lahh tu gelas2 di meja gw, kaleng permen fox yang isinya : pensil, pulpen,boardmarker,cutter,lem,tipex,sedotan,sendok,kutu, kecoa, dan kolor (lahhh??!! dsini rupanya,gw cariin kmn2..) en tu kaleng cm seiprit jdnya melimpah laahhh kemana2 tu isinya berserakan d sktr tu kaleng yg seiprit.. maafkan aku kaleng permen fox, setelah ku nikmati isi mu,kini ku biarkan engkau di perkosa berjamaah oleh pulpen dan teman2nya.. T_T
jg ada telepon,kalender, speaker ( yang jarang bnget gw pake’, soalnya kalah saingan ma bos di meja depan yang tiap hari dengerin lagu sunda ato dangdut dengan volume yg kuatnya bs buat gendang telinga gw mudik pulang kampung, dan tak lupa bertumpuk2 kertas…yang klo di jual ke pedagang asongan mungkin gw bs pensiun dini en menghabiskan sisa hidup gw di pulau pribadi di kepulauan bahama.. Ooohh.. 😯

Dan saat ini gw stress berat..
toloooonnggg pak bos, jangan ditambahin lagi, jangan sampai ntar ada kasus dan headline di koran2 nasional yang bunyinya : Telah tewas seorang pemuda berwajah tidak tampan dan sangat jelek, diperkirakan dulunya pernah digilas kereta api dan gagal di operasi plastik, pasti hidupnya menderita, di muntahin orang tiap hari gara2 wajah jeleknya, ditemukan tewas dengan mulut penuh busa dan mencret2 dicelana, diduga karena kebanyakan ngemil kertas… +_+!!

itu saja keluh kesah saya hari ini, sekian dan terima kasih ..
wassalam..

O iy ni ada sedikit info tentang stress kerja, cekidot :

Stress adalah suatu keadaan yang bersifat internal, yang bisa disebabkan oleh tuntutan fisik (badan), atau lingkungan, dan situasi sosial, yang berpotensi merusak dan tidak terkontrol.

Stres juga didefinisikan sebagai tanggapan atau proses internal atau eksternal yang mencapai tingkat ketegangan fisik dan psikologis sampai pada batas atau melebihi batas kemampuan subyek (Cooper, 1994).

Menurut Hager (1999), stres sangat bersifat individual dan pada dasarnya bersifat merusak bila tidak ada keseimbangan antara daya tahan mental individu dengan beban yang dirasakannya. Namun, berhadapan dengan suatu stressor (sumber stres) tidak selalu mengakibatkan gangguan secara psikologis maupun fisiologis. Terganggu atau tidaknya individu, tergantung pada persepsinya terhadap peristiwa yang dialaminya. Faktor kunci dari stres adalah persepsi seseorang dan penilaian terhadap situasi dan kemampuannya untuk menghadapi atau mengambil manfaat dari situasi yang dihadapi (Diana, 1991). Dengan kata lain, bahwa reaksi terhadap stres dipengaruhi oleh bagaimana pikiran dan tubuh individu mempersepsi suatu peristiwa.

Stressor yang sama dapat dipersepsi secara berbeda, yaitu dapat sebagai peristiwa yang positif dan tidak berbahaya, atau menjadi peristiwa yang berbahaya dan mengancam. Penilaian kognitif individu dalam hal ini nampaknya sangat menentukan apakah stressor itu dapat berakibat positif atau negatif. Penilaian kognitif tersebut sangat berpengaruh terhadap respon yang akan muncul (Selye, 1956).

Penilaian kognitif bersifat individual differences, maksudnya adalah berbeda pada masing-masing individu. Perbedaan ini disebabkan oleh banyak faktor. Penilaian kognitif itu, bisa mengubah cara pandang akan stres. Dimana stres diubah bentuk menjadi suatu cara pandang yang positif terhadap diri dalam menghadapi situasi yang stressful. Sehingga respon terhadap stressor bisa menghasilkan outcome yang lebih baik bagi individu.

Jenis-jenis Stres
Jenis stres dikategorikan menjadi dua, yaitu:

  1. Eustress, yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat sehat, positif, dan konstruktif (bersifat membangun). Hal tersebut termasuk kesejahteraan individu dan juga organisasi yang diasosiasikan dengan pertumbuhan, fleksibilitas, kemampuan adaptasi, dan tingkat performance yang tinggi.
  2. Distress, yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat tidak sehat, negatif, dan destruktif (bersifat merusak). Hal tersebut termasuk konsekuensi individu dan juga organisasi seperti penyakit kardiovaskular dan tingkat ketidakhadiran (absenteeism) yang tinggi, yang diasosiasikan dengan keadaan sakit, penurunan, dan kematian.

Pengertian Stres Kerja
Definisi stres kerja dapat dinyatakan sebagai berikut :

“Work stress is an individual’s response to work related environmental stressors. Stress as the reaction of organism, which can be physiological, psychological, or behavioural reaction” (Selye,

Berdasarkan definisi di atas, stres kerja dapat diartikan sebagai sumber atau stressor kerja yang menyebabkan reaksi individu berupa reaksi fisiologis, psikologis, dan perilaku. Seperti yang telah diungkapkan di atas, lingkungan pekerjaan berpotensi sebagai stressor kerja. Stressor kerja merupakan segala kondisi pekerjaan yang dipersepsikan karyawan sebagai suatu tuntutan dan dapat menimbulkan stres kerja.

Sumber-sumber Stres Kerja
Banyak ahli mengemukakan mengenai penyebab stres kerja itu sendiri. Sebuah penelitian dengan sampel 300 karyawan swasta di Jakarta, menemukan bahwa penyebab stres kerja terdiri atas 4 (empat) hal utama, yakni:

  • Kondisi dan situasi pekerjaan
  • Pekerjaannya
  • Job requirement seperti status pekerjaan dan karir yang tidak jelas
  • Hubungan interpersonal

Penyebab stres (stressor) terdiri atas empat hal utama, yakni:

  1. Extra organizational stressors, yang terdiri dari perubahan sosial/teknologi, keluarga, relokasi, keadaan ekonomi dan keuangan, ras dan kelas, dan keadaan komunitas/tempat tinggal.
  2. Organizational stressors, yang terdiri dari kebijakan organisasi, struktur organisasi, keadaan fisik dalam organisasi, dan proses yang terjadi dalam organisasi.
  3. Group stressors, yang terdiri dari kurangnya kebersamaan dalam grup, kurangnya dukungan sosial, serta adanya konflik intraindividu, interpersonal, dan intergrup.
  4. Individual stressors, yang terdiri dari terjadinya konflik dan ketidakjelasan peran, serta disposisi individu seperti pola kepribadian Tipe A, kontrol personal, learned helplessness, self-efficacy, dan daya tahan psikologis.

Penyebab stres dalam pekerjaan terbagi menjadi dua, yakni:

  • Group stressor, adalah penyebab stres yang berasal dari situasi maupun keadaan di dalam perusahaan, misalnya kurangnya kerjasama antara karyawan, konflik antara individu dalam suatu kelompok, maupun kurangnya dukungan sosial dari sesama karyawan di dalam perusahaan.
  • Individual stressor, adalah penyebab stres yang berasal dari dalam diri individu, misalnya tipe kepribadian seseorang, kontrol personal dan tingkat kepasrahan seseorang, persepsi terhadap diri sendiri, tingkat ketabahan dalam menghadapi konflik peran serta ketidakjelasan peran.

Dampak  Stres  Kerja
Pada umumnya stres kerja lebih banyak merugikan diri karyawan maupun perusahaan. Pada diri karyawan, konsekuensi tersebut dapat berupa menurunnya gairah kerja, kecemasan yang tinggi, frustrasi dan sebagainya (Rice, 1999). Konsekuensi pada karyawan ini tidak hanya berhubungan dengan aktivitas kerja saja, tetapi dapat meluas ke aktivitas lain di luar pekerjaan. Seperti tidak dapat tidur dengan tenang, selera makan berkurang, kurang mampu berkonsentrasi, dan sebagainya.

Ada empat konsekuensi yang dapat terjadi akibat stres kerja yang dialami oleh individu, yaitu terganggunya kesehatan fisik, kesehatan psikologis, performance, serta mempengaruhi individu dalam pengambilan keputusan.

Penelitian yang dilakukan  di Jakarta dengan menggunakan 76 sampel manager dan mandor di perusahaan swasta  menunjukkan bahwa efek stres yang mereka rasakan ada dua. Dua hal tersebut adalah:

  • Efek pada fisiologis mereka, seperti: jantung berdegup kencang, denyut jantung meningkat, bibir kering, berkeringat, mual.
  • Efek pada psikologis mereka, dimana mereka merasa tegang, cemas, tidak bisa berkonsentrasi, ingin pergi ke kamar mandi, ingin meninggalkan situasi stres.

Bagi perusahaan, konsekuensi yang timbul dan bersifat tidak langsung adalah meningkatnya tingkat absensi, menurunnya tingkat produktivitas, dan secara psikologis dapat menurunkan komitmen organisasi, memicu perasaan teralienasi, hingga turnover

Terry Beehr dan John Newman (dalam Rice, 1999) mengkaji ulang beberapa kasus stres pekerjaan dan menyimpulkan tiga gejala dari stres pada individu, yaitu:

1. Gejala psikologis

Berikut ini adalah gejala-gejala psikologis yang sering ditemui pada hasil penelitian mengenai stres pekerjaan :

  • Kecemasan, ketegangan, kebingungan dan mudah tersinggung
  • Perasaan frustrasi, rasa marah, dan dendam (kebencian)
  • Sensitif dan hyperreactivity
  • Memendam perasaan, penarikan diri, dan depresi
  • Komunikasi yang tidak efektif
  • Perasaan terkucil dan terasing
  • Kebosanan dan ketidakpuasan kerja
  • Kelelahan mental, penurunan fungsi intelektual, dan kehilangan konsentrasi
  • Kehilangan spontanitas dan kreativitas
  • Menurunnya rasa percaya diri

2. Gejala fisiologis

Gejala-gejala fisiologis yang utama dari stres kerja adalah:

  • Meningkatnya denyut jantung, tekanan darah, dan kecenderungan mengalami penyakit kardiovaskular
  • Meningkatnya sekresi dari hormon stres (contoh: adrenalin dan noradrenalin)
  • Gangguan gastrointestinal (misalnya gangguan lambung)
  • Meningkatnya frekuensi dari luka fisik dan kecelakaan
  • Kelelahan secara fisik dan kemungkinan mengalami sindrom kelelahan yang kronis (chronic fatigue syndrome)
  • Gangguan pernapasan, termasuk gangguan dari kondisi yang ada
  • Gangguan pada kulit
  • Sakit kepala, sakit pada punggung bagian bawah, ketegangan otot
  • Gangguan tidur
  • Rusaknya fungsi imun tubuh, termasuk risiko tinggi kemungkinan terkena kanker

3. Gejala perilaku

Gejala-gejala perilaku yang utama dari stres kerja adalah:

  • Menunda, menghindari pekerjaan, dan absen dari pekerjaan
  • Menurunnya prestasi (performance) dan produktivitas
  • Meningkatnya penggunaan minuman keras dan obat-obatan
  • Perilaku sabotase dalam pekerjaan
  • Perilaku makan yang tidak normal (kebanyakan) sebagai pelampiasan, mengarah ke obesitas
  • Perilaku makan yang tidak normal (kekurangan) sebagai bentuk penarikan diri dan kehilangan berat badan secara tiba-tiba, kemungkinan berkombinasi dengan tanda-tanda depresi
  • Meningkatnya kecenderungan berperilaku beresiko tinggi, seperti menyetir dengan tidak hati-hati dan berjudi
  • Meningkatnya agresivitas, vandalisme, dan kriminalitas
  • Menurunnya kualitas hubungan interpersonal dengan keluarga dan teman
  • Kecenderungan untuk melakukan bunuh diri. (rumahbelajarpsikologi.com)